Teori-Teori Kepemimpinan

4.5
Teori-Teori Kepemimpinan

Pemimpin merupakan seseorang yang mampu mengarahkan anggotanya atau bawahannya untuk melaksanakan pekerjaan atau perintah dengan harapan akan tercapainya tujuan

Pemimpin merupakan seseorang yang mampu mengarahkan anggotanya atau bawahannya untuk melaksanakan pekerjaan atau perintah dengan harapan akan tercapainya tujuan organisasi. Dalam hal ini, pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik sebagai bagian dari sistem manajerial organisasi.

Kepemimpinan memegang domain yang sangat krusial dalam upaya meningkatkan tujuan organisasi. Karena itu, perlu memahami dengan baik teori-teori kepemimpinan secara umum dalam sebuah organisasi atau institusi. Berikut adalah teori-teori kepemimpinan, yaitu:

1. Teori Genesis

Teori genetis adalah teori kepemimpinana yang menjelaskan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan untuk bisa menjadi pemimpin; dia telah memiliki bakat dan mempunyai pembawaan untuk bisa menjadi pemimpin. Menurut teori kepemimpinan seperti teori genetis ini mengasumsikan bahwa tidak setiap orang dapat menjadi pemimpin, hanya beberapa orang yang memiliki pembawaan dan bakat saja yang dapat menjadi pemimpin. Hal tersebut memunculkan “Pemimpin tidak hanya sekedar dibentuk tapi dilahirkan”.

2. Teori Sosial

Teori sosial menyatakan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena lingkungannya yang mendukung, keadaan dan waktu memungkinkan ia bisa menjadi pemimpin. Setiap orang dapat memimpin asal diberikan kesempatan dan diberikan pembinaan untuk dapat menjadi pemimpin meskipun ia tidak memiliki pembawaan atau bakat. Adapun istilah dari teori kepemimpinan sosial ini yaitu Pemimpin itu dibentuk bukan dilahirkan.

3. Teori Ekologi

Teori ekologis adalah teori kepemimpinan yang merupakan gabungan dari teori genetis dan sosial, dimana seseorang akan menjadi pemimpin membutuhkan bakat dan bakat tersebut mesti selalu dibina agar berkembang. Kemungkinan untuk bisa mengembangkan bakat tersebut itu tergantung dari lingkungannya.

4. Teori Situasi

Teori situasi menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin ketika berada dalam situasi tertentu karena dia memiliki kelebihan-kelebihan yang dibutuhkan dalam situasi tersebut. Akan tetapi pada situasi yang lainnya, kelebihannya tersebut tidak dibutuhkan, akhirnya ia tidak akan menjadi pemimpin lagi, bahkan bisa jadi menjadi pengikut saja.

Oleh karena itu, jika seorang ingin menjadi pemimpin dan ingin meningkatkan kecakapannya dan kemampuannya dalam memimpin maka dibutuhkan ruang lingkup gaya kepemimpinan yang efektif. Adapun para ahli dalam bidang kepemimpinan sudah meneliti dan mengembangkan beberapa gaya kepemimpinan yang berbeda sesuai dengan evolusi dari teori kepemimpinan.

Sumber: Ilmu Administrasi Publik